Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Berharap itu boleh, tapi harus selaras dengan realita bukan?

Salah saya yang terburu-buru mendeklarasikan saya benci kamu. Padahal ini bukan sepenuhnya salahmu, lebih besar salah saya. Saya rasa selama hidup saya belasan tahun ini, saya tidak pernah benar-benar membenci seseorang. Saya mungkin sering merasa kesal dan tidak menyukai seseorang, tapi saya tidak pernah bicara "Saya benci dia". Saya pun bingung kenapa bisa secepat itu saya bicara saya benci kamu. Tidak, saya tidak benci kamu. Saya tahu ini makan waktu terlalu lama untuk sadar. Masa iya butuh waktu selama ini hanya untuk sadar saya tidak benci kamu, aneh. Padahal hampir delapan puluh persen kekesalan saya disebabkan saya sendiri. Kamu hanya menyumbang dua puluh persen. Lalu semena-mena saya bilang saya benci kamu, aneh. Sepertinya penyebabnya adalah saya terlalu berekpektasi tinggi terhadapmu. Saya lupa realitanya, saya tidak boleh berharap setinggi itu. Saya seakan ayam yang punya sayap, tapi lupa sayap saya tidak bisa dipakai untuk terbang, atau saya selama ini hanya b...