hadiah kecil untuk diri:ku
Hai. Kembali lagi dengan post yang berisi kebingunganku pada diri sendiri. Malam ini aku bingung, aku selalu merasa seperti buku gratis di taman baca yang siapa saja bisa ambil dan pahami isinya. An open book. Aku suka bercerita tentang diriku, juga hal-hal yang terjadi di sekelilingku. Juga berkeluh kesah tentang masalahku. Sampai kadang aku harus mengingatkan diriku, “hei jadi lebih tertutup sedikit dong supaya terlihat keren dan misterius?!” tapi ya selalu gagal.
Tapi dibalik seluruh hidupku yang selalu ku ceritakan ke dunia kecilku. Ada beberapa hal yang selalu aku tutup rapat-rapat. Bahkan mungkin gemboknya aku kubur entah dimana. I’m like a free book with some locked chapters. Aku selalu merasa hal-hal tersebut hanya boleh ku telan sendiri. Padahal setelah ku pikir-pikir lagi, hal-hal ini mungkin adalah sumber terbesar rasa cemasku selama ini. Apa ya, my core anxiety? Aku punya banyak hal yang aku cemaskan tapi bisa dibilang mereka yang jadi highlight utamanya hahaha.
Jadi, dalam rangka bertambahnya usiaku tahun ini, aku ingin beri diriku hadiah kecil. Aku mau cari gembok yang ku kubur dan bacakan chapter yang selama ini aku kunci di bukuku. Mungkin aku belum berani menggemakan hal ini ke seluruh duniaku, tapi mungkin ke menceritakan ini ke orang yang tepat adalah langkah awal yang baik ya kan? Walaupun mengumpulkan keberanian untuk merangkum cerita dan melafalkannya kata per kata itu sangat sulit, tapi aku siap untuk memulai chapter baru.
Semoga langkahku selanjutnya menjadi lebih ringan ya. Terima kasih diriku, semoga kamu sekali lagi selalu sehat dan bahagia. Serta terbebas dari belenggu kecemasan yang belum tau kapan akan pergi. But one day you’ll be happy and free, please put your trust in me.
Komentar
Posting Komentar